Cara Membuat Pupuk NPK Cair Sendiri dari Bahan Sederhana (8 Langkah)

cara membuat pupuk npk cair sendiri

Bagaimana cara membuat pupuk npk cair sendiri? Pupuk NPK (Nitrogen, Fosfor, Kalium) adalah unsur hara penting yang diperlukan untuk menyuburkan tanaman. Dalam kegiatan berkebun, penggunaan pupuk NPK sangat diperlukan. Namun, Anda juga dapat membuat pupuk NPK organik cair yang lebih alami dengan menggunakan bahan-bahan sederhana.

Bagi anda yang saat ini belum mengetahui bagaimana cara pembuatan pupuk NPK Organik cair ini, anda tenang saja. Karena dalam artikel ini, kita akan bahas secara lengkap terkait cara mudah untuk membuat pupuk NPK cair berbahan organik. Jadi, silahkan simak baik-baik sharing kita kali ini sampai selesai ya!

Daftar Bahan

Untuk bisa membuat pupuk NPK cair sendiri tentunya ada bahan-bahan yang harus anda siapkan. Oleh karena itu, sebelum memulai proses pembuatan pupuk NPK organik cair, anda perlu menyiapkan bahan-bahan berikut ini:

✅ Daun Gamal

Daun gamal menjadi bahan pertama dalam pembuatan pupuk NPK organik cair. Daun gamal merupakan sumber utama unsur nitrogen yang esensial bagi tanaman. Nitrogen berperan penting dalam pertumbuhan daun dan batang tanaman. anda akan membutuhkan sekitar 5 ons atau 500 gram daun gamal.

✅ Batang Pohon Pisang

Batang pohon pisang digunakan sebagai sumber unsur fosfor dalam pupuk NPK organik cair. Fosfor adalah nutrisi penting yang membantu perkembangan akar, pembungaan, dan pembentukan buah pada tanaman. Pilih batang pohon pisang yang belum berbuah dan potong menjadi potongan kecil. anda akan membutuhkan sekitar 5 ons atau 500 gram batang pisang.

✅ Kulit Pisang

Kulit pisang mengandung unsur kalium yang diperlukan dalam pembuatan pupuk NPK organik cair. Kalium berperan dalam pembentukan buah, peningkatan ketahanan tanaman terhadap penyakit, dan pengaturan keseimbangan air dalam tanaman. anda dapat menggunakan kulit pisang dari semua jenis pisang. Siapkan sekitar 5 ons atau 500 gram kulit pisang.

✅ Air Cucian Beras

Air cucian beras atau air leri menjadi media pembuatan pupuk NPK cair organik. Air cucian beras mengandung sisa nutrisi dari beras yang dapat digunakan oleh tanaman. anda membutuhkan sekitar 3 liter air cucian beras.

✅ Mol

Mol, seperti mol tape atau EM4, digunakan sebagai bahan fermentasi dalam pembuatan pupuk NPK organik cair. Mol mengandung mikroorganisme yang akan membantu menguraikan bahan organik menjadi nutrisi yang dapat diserap oleh tanaman. Tambahkan sekitar 200 ml mol ke dalam campuran bahan-bahan.

✅ Gula Merah

Gula merah berperan sebagai makanan bagi bakteri pengurai dalam proses fermentasi pupuk NPK organik cair. Bakteri pengurai akan menguraikan bahan organik menjadi nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Siapkan sekitar 2 ons gula merah yang telah dihaluskan.

✅ Jerigen

Jerigen berukuran 5 liter akan digunakan sebagai wadah untuk proses fermentasi pupuk NPK organik cair. Pastikan jerigen dalam keadaan bersih dan steril sebelum digunakan.

Dengan menggunakan bahan-bahan di atas, anda dapat membuat pupuk NPK organik cair yang efektif dan ramah lingkungan untuk menyuburkan tanaman. Pastikan semua bahan tersedia dan siap digunakan sebelum memulai proses pembuatan pupuk NPK organik cair.

Cara Membuat Pupuk NPK Cair Sendiri

Proses pembuatan pupuk NPK ini pada dasarnya tidaklah mudah dan juga tidak susah. Berikut ini adalah langkah-langkah lengkap untuk membuat pupuk NPK organik cair dari bahan-bahan sederhana yg bisa anda coba:

Langkah #1

Haluskan semua bahan

Potong halus daun gamal dan kulit pisang. anda dapat menggunakan pisau atau blender untuk mempermudah proses ini. Pastikan daun gamal dan kulit pisang menjadi serpihan kecil yang mudah diuraikan dan dicerna oleh mikroorganisme. Selain itu, iris batang pohon pisang menjadi potongan kecil atau tumbuk hingga halus.

campurkan bahan pembuatan pupuk npk cair
Langkah #2

Campurkan semua bahan

Setelah semua bahan dihaluskan, masukkan semua bahan ke dalam wadah besar, seperti ember. Campurkan daun gamal, batang pohon pisang, kulit pisang, dan air cucian beras secara merata. Pastikan semua bahan tercampur dengan baik untuk mendistribusikan nutrisi secara merata.

Langkah #3

Tambahkan bahan fermentasi

Tambahkan 200 ml mol ke dalam campuran bahan-bahan yang telah dihaluskan. Mol akan memberikan mikroorganisme yang diperlukan untuk proses fermentasi. Pastikan mol terdistribusi secara merata di dalam campuran.

Langkah #4

Tambahkan gula merah

Masukkan 2 ons gula merah yang telah dihaluskan ke dalam campuran. Gula merah akan menjadi makanan bagi bakteri pengurai yang akan menguraikan bahan organik menjadi nutrisi yang dapat diserap oleh tanaman. Pastikan gula merah tercampur dengan baik di dalam campuran.

Langkah #5

Perhatikan kekentalan

Perhatikan kekentalan campuran pupuk NPK organik cair. Jika campuran terlalu kental, tambahkan air cucian beras sedikit demi sedikit untuk membuatnya lebih cair. Tujuannya adalah menciptakan konsistensi cair yang memudahkan proses fermentasi dan penggunaan pupuk.

masukkan ke dalam jerigen
Langkah #6

Masukkan ke dalam jerigen

Setelah semua bahan siap dan campuran tercampur dengan baik, masukkan campuran ke dalam jerigen berukuran 5 liter. Pastikan jerigen dalam keadaan bersih dan steril sebelum digunakan. Isi jerigen hingga sekitar 80% dari kapasitasnya untuk memberikan ruang bagi proses fermentasi.

Langkah #7

Proses fermentasi

Tutup jerigen dengan rapat dan simpan di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung. Biarkan campuran fermentasi dalam jerigen selama 15-20 hari. Selama proses fermentasi, buka jerigen setiap hari selama beberapa menit untuk mengeluarkan gas yang dihasilkan oleh proses fermentasi. Ini akan mencegah terjadinya penumpukan gas yang berlebihan di dalam jerigen.

Langkah #8

Saring dan gunakan

Setelah proses fermentasi selesai, saring campuran dalam jerigen menggunakan saringan atau kain kasa bersih. Saringan akan membantu memisahkan bahan padat yang belum terurai dengan baik. Pupuk NPK organik cair anda siap digunakan untuk menyuburkan tanaman. Gunakan pupuk ini dengan cara menyiramkan atau disemprotkan ke tanaman secara merata.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, anda dapat membuat pupuk NPK organik cair sendiri yang efektif dan ramah lingkungan. Pastikan untuk menjaga kebersihan dan kesterilan alat-alat yang digunakan saat proses pembuatan pupuk. Selain itu, jaga kualitas campuran dan perhatikan proses fermentasi agar pupuk NPK organik cair yang dihasilkan berkualitas tinggi dan memberikan manfaat optimal bagi pertumbuhan tanaman.

Manfaat Pupuk NPK Organik Cair

Pupuk NPK organik cair memiliki sejumlah manfaat yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang manfaat pupuk NPK organik cair:

🟡 Menyediakan nutrisi yang seimbang

Pupuk NPK organik cair mengandung campuran unsur nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang seimbang. Nutrisi ini penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Nitrogen membantu dalam pembentukan daun dan batang, fosfor berperan dalam perkembangan akar dan pembentukan buah, sementara kalium mempengaruhi pembungaan, pertahanan tanaman terhadap penyakit, dan regulasi keseimbangan air tanaman.

🟡 Meningkatkan kesuburan tanah

Pupuk NPK organik cair membantu meningkatkan kesuburan tanah secara keseluruhan. Bahan organik dalam pupuk ini memberikan nutrisi penting dan memperbaiki struktur tanah. Nutrisi yang disediakan oleh pupuk organik cair akan membantu tanah menjadi lebih subur, mempromosikan pertumbuhan mikroorganisme yang menguntungkan, meningkatkan daya tahan tanah terhadap erosi, dan meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan air.

🟡 Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman

Kombinasi unsur nitrogen, fosfor, dan kalium dalam pupuk NPK organik cair memberikan dukungan nutrisi yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman yang mendapatkan pupuk ini cenderung memiliki pertumbuhan vegetatif yang lebih baik, sistem akar yang kuat, pembungaan yang lebih baik, dan produksi buah yang lebih melimpah. Pupuk NPK organik cair juga dapat mempercepat waktu berbunga dan pematangan tanaman.

🟡 Ramah lingkungan

Salah satu keunggulan utama pupuk NPK organik cair adalah ramah lingkungan. Pupuk ini menggunakan bahan-bahan alami, seperti daun gamal, kulit pisang, dan batang pisang, yang berasal dari sumber organik yang terbarukan. Dalam proses pembuatannya, tidak ada penggunaan bahan kimia berbahaya atau pemakaian pupuk sintetis yang dapat mencemari lingkungan. Dengan menggunakan pupuk NPK organik cair, anda dapat menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

🟡 Meningkatkan kualitas hasil panen

Pemberian pupuk NPK organik cair secara teratur dapat meningkatkan kualitas hasil panen. Nutrisi yang disediakan oleh pupuk ini membantu tanaman untuk menghasilkan buah yang lebih besar, lebih berkualitas, dan lebih tahan lama. Selain itu, pupuk organik cair juga dapat meningkatkan kadar gizi dalam hasil panen, seperti vitamin dan mineral, yang memberikan manfaat kesehatan bagi konsumen.

🟡 Meningkatkan keberlanjutan pertanian

Penggunaan pupuk NPK organik cair merupakan salah satu langkah penting dalam pertanian berkelanjutan. Pupuk organik cair membantu mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan bahan-bahan sintetis. Selain itu, pupuk organik cair dapat mendaur ulang limbah organik, seperti daun dan kulit pisang, menjadi sumber nutrisi yang bernilai bagi tanaman. Dengan demikian, pupuk NPK organik cair memberikan kontribusi positif dalam menjaga keberlanjutan sistem pertanian.

Dengan memanfaatkan pupuk NPK organik cair, anda dapat memberikan nutrisi yang seimbang, meningkatkan pertumbuhan tanaman, menjaga keberlanjutan pertanian, dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Pupuk ini merupakan alternatif yang efektif dan ramah lingkungan dalam menjaga produktivitas tanaman dan keberlanjutan lingkungan pertanian.

FAQ (Pertanyaan Yang Sering ditanyakan)

Setelah menjelaskan secara lengkap mengenai cara membuat pupuk NPK cair sendiri, berikut ini adalah beberapa pertanyaan terkait hal tersebut:

Apa itu pupuk NPK cair?

Pupuk NPK cair adalah pupuk yang mengandung nutrisi penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dalam bentuk larutan. Pupuk ini digunakan untuk memberikan nutrisi yang seimbang kepada tanaman.

Mengapa membuat pupuk NPK cair sendiri?

Membuat pupuk NPK cair sendiri memberikan kebebasan untuk menyesuaikan komposisi nutrisi sesuai dengan kebutuhan tanaman dan jenis tanah yang ada di sekitar Anda. Selain itu, membuat pupuk sendiri juga dapat menjadi alternatif yang lebih ekonomis daripada membeli pupuk yang sudah jadi.

Bagaimana cara menggunakan pupuk NPK cair?

Pupuk NPK cair dapat digunakan dengan cara disemprotkan langsung pada daun tanaman atau dicampurkan dengan air penyiraman. Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang disarankan untuk tanaman tertentu dan hindari memberikan pupuk terlalu berlebihan, karena hal ini bisa merusak tanaman.

Apakah ada risiko dalam membuat pupuk NPK cair sendiri?

Membuat pupuk NPK cair sendiri membutuhkan pemahaman yang baik tentang kebutuhan nutrisi tanaman dan penggunaan pupuk yang tepat. Jika pupuk tidak dicampur dengan benar atau digunakan dalam jumlah yang tidak tepat, dapat menyebabkan kerusakan tanaman. Selalu perhatikan petunjuk penggunaan dan konsultasikan dengan ahli pertanian jika Anda merasa ragu.

Kesimpulan

Membuat pupuk NPK organik cair dari bahan-bahan sederhana adalah cara yang mudah dan efektif untuk menyuburkan tanaman secara alami. Dengan mengikuti langkah-langkah yang disebutkan di atas, anda dapat menghasilkan pupuk NPK organik cair sendiri yang ramah lingkungan dan memberikan manfaat baik bagi pertumbuhan tanaman. Dengan adanya pupuk NPK organik cair, anda dapat menciptakan kebun yang subur dan hasil panen yang berkualitas tanpa merusak lingkungan sekitar.

Demikian yang bisa kita share pada kesempatan ini terkait cara membuat pupuk npk cair sendiri dari bahan organik yang mudah anda temukan. Semoga bisa bermanfaat untuk anda semuanya yg saat ini sedang belajar membuat pupuk organik sendiri ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DAFTAR ISI